Memaparkan semua sejarah yang ada di Indonesia

Kamis, 02 Mei 2013

Sejarah Kepahlawanan Pangeran Diponegoro


Sejarah Kepahlawanan Pangeran Diponegoro, Sejarah Pangeran Diponegoro yang panjang memang tidak akan cukup jika ditulis. Karena Pangeran Diponegoro merupakan salah satu pahlawan Nasional. Blogiztic kali ini akan menceritakan beberapa kisah sejarah Pangeran Diponegoro secara singkat dan mudah dipahami.

Minggu, 28 April 2013

Sejarah Singkat Raden Ajeng Kartini


Sejarah Singkat Raden Ajeng Kartini, Hari Kartini, begitulah kebanyakan dari kita menyebutnya. Hari yang biasanya diperingati oleh kebanyakan kaum perempuan. Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setelah Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan tanggal 21 April merupakan tanggal dimana memperingati Hari Kartini.

Sejarah Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja

Sejarah Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja, Sri Baduga Maharaja (Ratu Jayadewata) mengawali pemerintahan zaman Pajajaran, yang memerintah selama 39 tahun (1482-1521). Pada masa inilah Pakuan mencapai puncak perkembangannya. Dalam prasasti Batutulis diberitakan bahwa Sri Baduga dinobatkan dua kali, yaitu yang pertama ketika Jayadewata menerima tahta Kerajaan Galuh dari ayahnya (Prabu Dewa Niskala) yang kemudian bergelar Prabu Guru Dewapranata. Yang kedua ketika ia menerima tahta Kerajaan Sunda dari mertuanya, Susuktunggal. Dengan peristiwa ini, ia menjadi penguasa Sunda-Galuh dan dinobatkan dengar gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Jadi, sekali lagi dan untuk terakhir kalinya, setelah "sepi" selama 149 tahun, Jawa Barat kembali menyaksikan iring-iringan rombongan raja yang berpindah tempat dari timur ke barat. Untuk menuliskan situasi kepindahan keluarga kerajaan dapat dilihat pada Pindahnya Ratu Pajajaran.

Sabtu, 27 April 2013

Misteri Segitiga Bogor Dengan Kerajaan Pajajaran

Misteri Segitiga Bogor Dengan Kerajaan Pajajaran, Di wilayah sekitar Halimun Bogor dan sekitarnya ada benteng-benteng milik Prabu Siliwangi yang tak kelihatan, pusat kerajaan ada di Gunung Salak, sebenarnya ini sudah menjadi rahasia umum. Catatan sejarah soal Kerajaan Siliwangi pasca kehancurannya setelah diserang Kesultanan Banten pada tahun 1620-an, adalah catatatan pertama kali dari Scipio yang melakukan ekspedisi sekitar tahun 1687 mencatat ada ratusan macan gembong atau harimau bertempat tinggal di sebuah bangunan dekat Kebun Raya Bogor sekarang, selain itu ditemukan rawa yang berisi badak di sekitar Sawangan, dinamakan Rawa Badak dimana di ujung Rawa Badak ditemukan juga situs parit dan bekas tembok keraton yang dijadikan sarang macan, sekarang sarang macan ini dikenal pertigaan beringin di Sawangan. Selain catatan-catatan arkeologi, ada catatan mistis tentang segitiga Bogor.

Sejarah Dari Kerajaan Pajajaran


Sejarah Dari Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Pajajaran adalah sebuah kerajaan Hindu yang diperkirakan beribukotanya di Pakuan (Bogor) di Jawa Barat. Dalam naskah-naskah kuno nusantara, kerajaan ini sering pula disebut dengan nama Negeri Sunda, Pasundan, atau berdasarkan nama ibukotanya yaitu Pakuan Pajajaran. Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam prasasti Sanghyang Tapak.

Sejarah Dari Raden Kian Santang

Sejarah Dari Raden Kian Santang, Godog adalah suatu daerah pedesaan yang indah dan nyaman berjarak 10 km kearah timur dari kota Garut. Berada pada desa Lebakagung, kecamatan Karangpawitan, kabupaten Garut. Disana terdapat makam1.
Prabu Kiansantang atau yang dikenal dengan sebutan Makam Godog Syeh Sunan Rohmat Suci. Hampir setiap waktu banyak masyarakat yang ziarah,

bulan-bulan Maulud. Prabu Kiansantang atau Syeh Sunan Rohmat Suci adalah salah seorang putra keturunan raja Pajajaran yang bernama prabu Siliwangi dari ibunya bernama Dewi Kumala Wangi. Mempunyai dua. Saudara yang bernama Dewi Rara Santang dan Walang Sungsang.

Jumat, 08 Maret 2013

Sejarah Dari Kota Surabaya


Sejarah Dari Kota Surabaya – Menurut cerita yang beredar dimasyarakat, asal usul nama Surabaya berasal dari cerita mitos masyarakat yaitu pertempuran antara sura (ikan hiu) dan baya dan akhirnya menjadi kota Surabaya. Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di indonesia setelah Kota Jakarta. Surabaya sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur, Indonesia dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa. Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur.

Senin, 11 Februari 2013

Sejarah Pertama Agama Islam Masuk Ke Tanah Jawa


Sejarah Pertama Agama Islam Masuk Ke Tanah Jawa - Sebelum Islam masuk ke tanah Jawa, mayoritas masyasarakat jawa menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Selain menganut kepercayaan tersebut masyarakat Jawa juga dipengaruhi oleh unsur-unsur budaya Hindu dan Budha dari India. Seiring dengan waktu berjalan tidak lama kemuadian Islam masuk ke Jawa melewati Gujarat dan Persi dan ada yang berpendapat langsung dibawa oleh orang Arab.

Jumat, 28 Desember 2012

Sejarah KEBO IWA Patih Yang Disegani Gajah Mada


Sejarah KEBO IWA Patih Yang Disegani Gajah Mada, dikisahkan dalam Babad Bara Batu, tersebutlah pada tahun Isaka 1185/1263 Masehi, Prajurit Taruna Batu, anggota sebanyak 33 orang, semuanya gagah berani berbusana serba putih, memakai destar Merah api, bunga Waribang Dwikarna, bersenjata Tamyang dan keris 10 orang pengawin samlong mapontang kuningan 10 dan membawa pratoda, dan tiga orang membawa air, pasepan, tirtha suci.

Minggu, 23 Desember 2012

Mengenal Dan Menanti Satrio Piningit


Diskursus tentang seseorang yang akan menjadi pembawa kebenaran di tanah nusantara Indonesia ini, dimulai seiring tumbuh dan munculnya kerajaan-kerajaan tradisional. Seorang manusia yang adil, cakap, bijaksana dan mampu membenahi karut-marut permasalahan di masyarakat. Dalam tradisi masyarakat kemudian dikenal nama Ratu Adil yang berperan menjadi figur harapan untuk bertindak bagi rakyatnya.

Kamis, 18 Oktober 2012

Sejarah Perang Puputan Margarana

Puputan adalah tradisi perang masyarakat
Bali. Puputan berasal dari kata puput.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
kata puput bermakna terlepas dan tanggal.
Adapun yang dimaksud dengan kata puputan
versi pribumi bali adalah perang sampai
nyawa lepas atau tanggal dari badan. Dapat
dikatakan kalau puputan adalah perang
sampai game over atau titik darahterakhir.
Istilah Margarana diambil dari lokasi
pertempuran hebat yang saat itu
berlangsung di daerah Marga, Tababan-Bali.
Menurut sejarah, ada sejumlah puputan
yang meletus di Bali. Namun, yang terkenal
dan termasuk hebat, terdapat sekitar dua
puputan. Pertama, Puputan Jagaraga yang
dipimpin oleh Kerajaan Buleleng melawan
imprealis Belanda. Strategi puputan yang
diterapkan ketika itu adalah sistem tawan
karang dengan menyita transportasi laut
imprealis Belanda yang bersandar ke
pelabuhan Buleleng. Kedua, puputan
Margarana yang berpusat di Desa Adeng,
Kecamatan Marga, Tababan, Bali. Tokoh
perang ini adalah Letnan Kolonel I Gusti
Ngurah Rai. I Gusti Ngurah Rai dilahirkan di
Desa Carangsari, Kabupaten Badung, Bali, 30
Januari 1917.
Puputan Margarana dianggap banyak pihak
sebagai perang sengit yang pernah bergulir
di Pulau Dewata, Bali. Terdahap beberapa
versi yang melatarbelakangi meledaknya
Puputan Margarana. Namun, jika kembali
membalik lembaran sejarah Indonesia, maka
dapat ditarik sebuah benang merah bahwa
perang ini terjadi akibat ketidakpuasan yang
lahir pasca Perjanjian Linggarjati.
Perundingan itu terjadi pada 10 November

Sumber



Sabtu, 30 Juni 2012

Sejarah Dari Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta dibangun pada tahun 1756 Masehi (beberapa bulan setelah Perjanjian Giyanti yang dilaksanakan pada 13 Februari 1755) atau tahun Jawa 1682 oleh Pangeran Mangkubumi Sukowati yang memiliki gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Legenda Mengenai Nyi Roro Kidul

Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkimpoian tersebut. Maka, bahagialah sang raja.

Sejarah Candi Borobudur Yang Purbakala

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. 

Jumat, 29 Juni 2012

Sejarah Kerajaan Badung - Bali

Menelusuri jejak Bali Age, bahwa di Bali sudah ada dinasti raja-raja Bali sebelum kedatangan Majapahit. Yang terakhir adalah Sri Asta Asura Ratna Bhumi Banten (1321-1343) M). Pada 1343 M, Majapahit berkuasa di Bali dan berpusat di Samprangan dengan rajanya Kresna Dalem Kepakisan yang memiliki putra mahkota bergelar Dalem Pemahyun yang akhirnya ke dharma putra ke Arya Kenceng dengan gelar Sira Arya Tegeh Kori.

Sejarah Kerajaan Gelgel - Bali

Awal Berdirinya Kerajaan Gelgel

Pembangunan Pura Dasar Gelgel
Gelgel adalah nama sebuah desa yang terletak di Kabupaten daerah tingkat II Klungkung. Dari Desa Samprangan, jaraknya tidak begitu jauh, hanya 17 km menuju jurusan Timur. Letaknya tidak begitu jauh dari pantai Selatan Bali dan di sebelah Timur mengalir Kali Unda yang airnya bersumber dari lereng Gunung Agung yaitu mata air yang bernama Telaga Waja.

Sejarah Pura Tanah Lot di Bali

Tanah Lot, Sejarah Tanah Lot, Pura Tanah Lot ini terletak di Pantai Selatan Pulau Bali yaitu di wilayah kecamatan Kediri, Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan, yang pembangunannya erat kaitannya dengan perjalanan Danghyang Nirartha di Pulau Bali. Di sini Danghyang Nirartha pernah menginap satu malam dalam perjalanannya menuju daerah Badung dan kemudian ditempat inilah oleh orang-orang yang pernah menghadap kepada Danghyang Nirartha dibangun bangunan suci (Pura atau Kahyangan) sebagai tempat memuliakan dan memuja Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa ) untuk memohon kemakmuran dan kesejahteraan. 

Sejarah Hutan Sangeh di Bali

Sangeh yang terletak sekitar 21 kilometer sebelah utara kota Denpasar, tepatnya Terkenal dengan hutan yang berpenghuni ratusan monyet yang cukup jinak. Dalam hutan ini terdapat beberapa pura seperti Pura Melanting, Pura Tirta, Pura anyar dan yang terbesar adalah Pura Bukit Sari. Berdasar catatan sejarah, Pura Bukit Sari terkait erat dengan Kerajaan Mengwi, dan dibangun oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti, yang merupakan anak angkat dari Raja Mengwi Cokorda Sakti Blambangan. Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti melakukan tapa Rare, yaitu bertapa seperti bayi/anak-anak, dan mendapat ilham untuk membuat Pelinggih atau Pura di hutan Pala Sangeh, yang saat ini dikenal sebagai Pura Bukit Sari yang berada di tengah Hutan Pala.

Sejarah Dan Kisah Desa Terunyan

Pada suatu hari empat orang putra dari keraton Sala, tiga orang putra dan satu orang putri, pergi meninggalkan keraton. Mereka ingin mencari sumber bau harum yang tercium sampai di kediaman mereka. Keempat orang itu berjalan ke arah timur. Tanpa disadari, mereka sampai di Pulau Bali. Ketika sampai di batas Pulau Bali sebelah timur, yaitu antara desa Culik dan Tepi di perbatasan Karangasem dan Buleleng, bau harum itu tercium semakin tajam. Apalagi setelah mereka tiba di daerah Batur.

Kamis, 28 Juni 2012

Sejarah Dari Pura Besakih

Sejarah dari Pura Besakih, sebelum ada apa-apa dimana hanya terdapat pohon kayu di dalam hutan belantara di tempat ini , sebelum adanya selat Bali ( Segara Rupek ) pulau ini bernama Pulau Panjang. Di Jawa Timur, tepatnya di Gunung Rawung, ada seorang yang bernama Sang Yogi Markandeya. Beliau berasal dari India, yang oleh rakyatnya beliau diberi julukan Bhatara Giri Rawang, oleh karena ketinggian ilmu bathinnya, kesucian rohaninya serta kecakapan dan kebijaksanaan beliau.
Diberdayakan oleh Blogger.

Sejarah di Nusantara Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger