Sejarah KEBO IWA Patih Yang Disegani Gajah Mada, dikisahkan dalam Babad Bara Batu, tersebutlah pada tahun Isaka 1185/1263 Masehi, Prajurit Taruna Batu, anggota sebanyak 33 orang, semuanya gagah berani berbusana serba putih, memakai destar Merah api, bunga Waribang Dwikarna, bersenjata Tamyang dan keris 10 orang pengawin samlong mapontang kuningan 10 dan membawa pratoda, dan tiga orang membawa air, pasepan, tirtha suci.
Jumat, 28 Desember 2012
Sejarah KEBO IWA Patih Yang Disegani Gajah Mada
Sejarah KEBO IWA Patih Yang Disegani Gajah Mada, dikisahkan dalam Babad Bara Batu, tersebutlah pada tahun Isaka 1185/1263 Masehi, Prajurit Taruna Batu, anggota sebanyak 33 orang, semuanya gagah berani berbusana serba putih, memakai destar Merah api, bunga Waribang Dwikarna, bersenjata Tamyang dan keris 10 orang pengawin samlong mapontang kuningan 10 dan membawa pratoda, dan tiga orang membawa air, pasepan, tirtha suci.
Minggu, 23 Desember 2012
Mengenal Dan Menanti Satrio Piningit
Diskursus tentang seseorang yang akan menjadi pembawa kebenaran di tanah nusantara Indonesia ini, dimulai seiring tumbuh dan munculnya kerajaan-kerajaan tradisional. Seorang manusia yang adil, cakap, bijaksana dan mampu membenahi karut-marut permasalahan di masyarakat. Dalam tradisi masyarakat kemudian dikenal nama Ratu Adil yang berperan menjadi figur harapan untuk bertindak bagi rakyatnya.
Kamis, 18 Oktober 2012
Sejarah Perang Puputan Margarana
Puputan adalah tradisi perang masyarakat
Bali. Puputan berasal dari kata puput.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
kata puput bermakna terlepas dan tanggal.
Adapun yang dimaksud dengan kata puputan
versi pribumi bali adalah perang sampai
nyawa lepas atau tanggal dari badan. Dapat
dikatakan kalau puputan adalah perang
sampai game over atau titik darahterakhir.
Istilah Margarana diambil dari lokasi
pertempuran hebat yang saat itu
berlangsung di daerah Marga, Tababan-Bali.
Menurut sejarah, ada sejumlah puputan
yang meletus di Bali. Namun, yang terkenal
dan termasuk hebat, terdapat sekitar dua
puputan. Pertama, Puputan Jagaraga yang
dipimpin oleh Kerajaan Buleleng melawan
imprealis Belanda. Strategi puputan yang
diterapkan ketika itu adalah sistem tawan
karang dengan menyita transportasi laut
imprealis Belanda yang bersandar ke
pelabuhan Buleleng. Kedua, puputan
Margarana yang berpusat di Desa Adeng,
Kecamatan Marga, Tababan, Bali. Tokoh
perang ini adalah Letnan Kolonel I Gusti
Ngurah Rai. I Gusti Ngurah Rai dilahirkan di
Desa Carangsari, Kabupaten Badung, Bali, 30
Januari 1917.
Puputan Margarana dianggap banyak pihak
sebagai perang sengit yang pernah bergulir
di Pulau Dewata, Bali. Terdahap beberapa
versi yang melatarbelakangi meledaknya
Puputan Margarana. Namun, jika kembali
membalik lembaran sejarah Indonesia, maka
dapat ditarik sebuah benang merah bahwa
perang ini terjadi akibat ketidakpuasan yang
lahir pasca Perjanjian Linggarjati.
Perundingan itu terjadi pada 10 November
Sabtu, 30 Juni 2012
Legenda Mengenai Nyi Roro Kidul
Sejarah Candi Borobudur Yang Purbakala
Jumat, 29 Juni 2012
Sejarah Kerajaan Badung - Bali
Sejarah di Nusantara Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger




