Memaparkan semua sejarah yang ada di Indonesia

Selasa, 08 Mei 2012

Ajian Gelap Ngampar, Beserta Mantranya

Ajian Gelap Ngampar, karena ajian ini mengambil kekuatan dari petir yang menyambar dengan hebat, maka dapat anda bayangkan betapa dahsyatnya ajian ini.


Tak banyak tokoh yang hidup seperti dirinya. Ia tercatat sebagai sosok yang pernah hidup dalam tiga zaman. Bahkan pada zamannya, ia telah mengumandangkan sebuah Sumpah Suci dan berhasil mewujudkan persatuan dan kesatuan Nusantara. Itulah Mahapatih Gajah Mada, manusia yang dikatakan titisan dewa wisnu itu yang mendampingi Raja Hayam Wuruk dan berhasil membawa bendera gula kelapa melanglang jagad.


Menurut penilaian beberapa tokoh sepuh, salah satu aji kesaktian yang dimiliki nyaris sempurna oleh Gajah Mada adalah Aji Gelap Ngampar. Secara harfiah, kata "gelap" dalam bahasa Jawa memiliki arti petir, halilintar, guruh atau kilat. Sedangkan "ngampar" berarti menyambar. Dengan begitu, maka kata "gelap ngampar" memiliki arti petir yang menyambar.


Di kalangan para sepuh yang gemar menggeluti ilmu kadigdayaan atau kanuragan, Aji Gelap Ngampar tergolong sebagai salah satu ilmu tingkat tinggi yang sedikit orang tahu. Tidak boleh untuk main-main. konon, jika ilmu disalurkan lewat suara, maka yang mendengar bentakannya akan langsung tuli. Dan bila ajian ini dibaca di tengah-tengah riuhnya peperangan, siapapun yang mendengar teriakan dari pemilik ajian ini akan langsung bersimpuh menyerah atau melarikan diri. Sedang bila ajian ini disalurkan lewat telapak tangan, maka tubuh yang terkena pukulannya akan centang perenang bak tersambar petir. Memang, sungguh tak terbayangkan kedahsyatan dari ajian ini.


Seolah sudah menjadi suratan alam, pada zamannya, ajian ini hanya dimiliki oleh para Senopati. Konon, Raden Ronggo, putra Panembahan Senopati yang merupakan pendiri dan sekaligus Raja Pertama kerajaan Mataram, adalah salah satu pewaris dari ilmu kadigdayaan yang legendaris ini.
Dan agar para pembaca sekalian tak penasaran, pada Kadigdayaan kali ini saya sengaja menyajikan 2 (dua) macam ajian Gelap Ngampar. Yang pertama diciptakan oleh salah seorang Resi pada masa kejayaan agama Hindu, sedang yang kedua konon hasil ciptaan Khanjeng Sunan Kalijaga.


Yang pertama;


Hong, ingsun amatek ajiku si gelap ngampar, 
Gebyar-gebyar ana ing dadaku, 
Ula lanang guluku, 
Macan galak ana raiku, 
Surya kembar ana netraku, 
Durgadeglak ana pupuku, 
Gelap ngampar ana pengucapku, 
Gelap sewu suwaraku, 
Ah Ö aku si gelap sewu.


Lakunya:


Puasa sunnah 40 hari 40malam dengan buka tiap pukul 00.00. Kemudian dilanjutkan dengan puasa nglowong selama 7 hari 7 malam yang dimulai pada hari Sabtu Kliwon.


Yang kedua:


Bismillaahirrohmaanirrohiim, 
Gelap ngampar kuwang-kuwang, 
Midaku raku, 
Gelap ngampar pengucapku, 
Nyaut ora nyunduk, 
Gajah meta 
Kala anembah 
Rep sirep saking kersaning Allah.


Lakunya:


Puasa sunnah selama 40 hari dan dilanjutkan dengan patigeni selama sehari semalam. Dan puasa dimulai pada hari kelahiran Anda masing-masing.


Ajian ini memang tak pernah saya dengar, saya hanya mengcopy paste di blog saya, sumbernya ada dibawah, anda bisa mengunjungi situsnya langsung. Tetapi yang pernah saya dengar adalah ajian untuk menolak petir dan bahkan mengalirkan petir itu. Itu saya tahu dari guru saya. memang sangat dahsyat ajian Gelap Ngampar ini, tapi tetap harus memberi makan bathin kita agar ajian ini semakin kuat, tetapi menurut saya ajian ini akan tidak terlalu berpengaruh jika digunakan untuk kejahatan, sebaiknya jika kita menggunakan unutk kebaikan atau dalam keadaan terdesak maka ajian ini akan sangat menakutkan dengan restu dari Tuhan yang maha kuasa.


Demikian kajian tentang ilmu kadidayaan ajian Gelap Ngampar yang merupakan warisan dari para leluhur bangsa, semoga bermanfaat dan sekaligus dapat menambah wawasan Anda. 




Sumber :
http://peperonity.com/go/sites/mview/ajian/21915407;jsessionid=CDB56DEE2F4A1742100B432BD86A16E8.cdb03

2 komentar:

my blog mengatakan...

ajinya paingsingan...ingin bisa memiliki tp enggak tahu harus berguru kmn?

Anonim mengatakan...

Pernah diberi (padahal saya tidak memintanya, bahkan tidak dijelaskan secara detail oleh beliau kegunaannya seperti yang dijelaskan di atas, hanya dikatakan: "untuk saat2 terdesak") oleh guru saya (alm.) Gelap Ngampar versi yang kedua (Sunan Kalijaga). Bedanya di jumlah hari puasanya saja, dan dipuasa hari terakhir tidak tidur sampai shubuh... :-)
Sampai hari ini belum pernah dipakai (mudah-mudahan saja seterusnya).. :-P

Poskan Komentar

Mohon untuk tidak melakukan tindakan SPAM dan menaruh LINK yang aktif. Berkomentarlah yang baik. Terimakasih untuk komentar anda.

Diberdayakan oleh Blogger.

Sejarah di Nusantara Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger