Memaparkan semua sejarah yang ada di Indonesia

Selasa, 08 Mei 2012

Dapunta Hyang - Pendiri Kerajaan Sriwijaya

Dapunta Hyang Sri Jayanasa adalah maharaja Sriwijaya pertama yang dianggap sebagai pendiri Kadatuan Sriwijaya. Namanya disebut dalam beberapa prasasti awal Sriwijaya dari akhir abad VII yang disebut sebagai "prasasti-prasasti Siddhayatra", karena menceritakan perjalanan sucinya mengalap berkah dan menaklukkan wilayah-wilayah di sekitarnya. Ia berkuasa sekitar perempat terakhir abad VII hingga awal abad VIII, tepatnya antara kurun 671 masehi hingga 702 masehi.


Biografi Dapunta Hyang



Menurut I Tsing, seorang pendeta Buddha yang pernah mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan, terkesan akan kebaikan raja Sriwijaya waktu itu, dan raja tersebut kemudian dihubungkan dengan prasasti yang paling tua mengenai Sriwijaya yang juga berada pada abad ke-7, bertarikh 682 yaitu prasasti Kedukan Bukit di Palembang, merujuk kepada orang yang sama. Walaupun kemudian beberapa sejarawan berbeda pendapat tentang penafsiran dari beberapa kata yang terdapat pada prasasti tersebut.


Menurut Prasasti Kedukan Bukit berangka tahun 605 saka (683 masehi), menceritakan seorang Raja bergelar Dapunta Hyang melakukan Siddhayatra (perjalanan suci) dengan naik perahu. Ia berangkat dari Minanga Tamwan dengan membawa satu armada dengan kekuatan 20.000 bala tentara menuju ke Matajap dan menaklukan beberapa daerah. Beberapa prasasti lain yang ditemui juga menceritakan Siddhayatra dan penaklukkan wilayah sekitar oleh Sriwijaya, yaitu prasasti yang ditemukan di Kota Kapur di Pulau Bangka (686 masehi), Karang Brahi di Jambi Hulu (686 masehi) dan Palas Pasemah di selatan Lampung, semua menceritakan peristiwa yang sama. 


Dari keterangan prasasti-prasasti ini, dapat disimpulkan bahwa Dapunta Hyang mendirikan Kerajaan Sriwijaya setelah mengalahkan musuh-musuhnya di Jambi, Palembang, Selatan Lampung dan Pulau Bangka, dan bahkan melancarkan serangan ke Bhumi Jawa yang mungkin menyebabkan keruntuhan kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat.


Nama dan Asal-usul Dapunta Hyang



Dapunta Hyang dipercayai sebagai suatu gelar penguasa yang dipakai maharaja Sriwijaya periode awal. Gelar Dapunta juga ditemukan dalam Prasasti Sojomerto yang ditemukan di daerah Batang, pesisir utara Jawa Tengah, yaitu Dapunta Selendra yang dipercaya sebagai nama leluhur wangsa Sailendra. Istilah hyang sendiri dalam kebudayaan asli Nusantara merujuk kepada keberadaan spiritual supernatural tak kasat mata yang dikaitkan dengan roh leluhur atau dewata, sehingga diduga Dapunta Hyang melakukan perjalanan "mengalap berkah" untuk memperoleh kekuatan spiritual atau kesaktian. 


Kesaktian ini ditambah dengan kekuatan bala tentaranya, dijadikan sebagai legitimasi untuk menaklukkan daerah-daerah atau kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Kekuatan spiritual ini pula yang menjadikan persumpahan Dapunta Hyang dianggap bertuah dan ditakuti para datu (penguasa daerah) bawahannya, yang kebanyakan diikat kesetiaannya kepada Sriwijaya dalam suatu prasasti dan upacara persumpahan disertai kutukan bagi siapa saja yang mengkhianati Sriwijaya.


Slamet Muljana mengaitkan Dapunta Hyang di dalam Prasati Kedukan Bukit sebagai "Sri Jayanasa", karena menurut Prasasti Talang Tuwo yang berangka tahun 684 masehi, Maharaja Sriwijaya ketika itu adalah Sri Jayanasa. Karena jarak tahun antara kedua prasati ini hanya setahun, maka kemungkinan besar "Dapunta Hyang" di dalam Prasasti Kedukan Bukit dan "Sri Jayanasa" dalam Prasasti Talang Tuwo adalah orang yang sama.


Asal-usul Raja Jayanasa dan letak sebenarnya dari Minanga Tamwan masih diperdebatkan ahli sejarah. Karena kesamaan bunyinya, ada yang berpendapat Minanga Tamwan adalah sama dengan Minangkabau, yakni wilayah pegunungan di hulu sungai Batanghari. Sementara Soekmono berpendapat Minanga Tamwan bermakna pertemuan dua sungai (Tamwan berarti temuan), yakni sungai Kampar kanan dan sungai Kampar kiri di Riau, yakni wilayah sekitar Candi Muara Takus. Pendapat lain menduga armada yang dipimpin Jayanasa ini berasal dari luar Sumatera, yakni dari Semenanjung Malaya.




Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Dapunta_Hyang

2 komentar:

jaya srijaya mengatakan...

kerajaan sriwijaya berasal dari negri palembang. dan selamanya berpusat di palembang.
berdasarkan keterangan itsing sriwijaya sudah ada tahun 670 dan bernama kerajaan she-li-foshi ibukotanya foshi terletak di sungai foshi. jelas kerajaan shelifoshi bukanlah ejaan untuk minangatamwan. kota foshi juga bukanlah ejaan untuk kota minangatamwan, sungai foshi juga bukanlah ejaan untuk sungai minangatamwan. kerajaan shelifoshi adalah ejaan untuk kerajaan srwijaya kota foshi adalah ejaan untuk kota mushi/palembang, sungai foshi adalah sungai mushi. hal ini sudah terjadi jauh sebelum pristiwa sidhayatra 683M. jadi tahun 683M bukanlah pendirian kerajaan sriwijaya/kerajaan shelifoshi, dan bukan pula pemindahan ibukota dari minangatamwan ke kota foshi. 683M adalah kerajaan sriwijaya menaklukan minangatamwan. teori codes dan slamet mulyanna dll menegaskan minangatamwan adalah taklukan kerajaan sriwijaya. berdasarkan bahasa prasasti sriwijaya yang dikeluarkan dapuntahyang sri jaya nasa adalah bahasa melayu palembang bercampur bahasa india dan bahasa sunda. maka dapat di simpulkan dapuntahyang sri jaya nasa adalah keturunan melayu palembang bercampur turunan india dan turunan sunda. atau bisa jadi dapuntahyang asli melayu pak lembang.

jaya srijaya mengatakan...

berdasarkan keterangan itsing,codes, Slamet mulyana, corm dll minangatamwan adalah taklukan kerajaan sriwijaya. berdasarkan keterangan itsing, sriwijaya/ she-li-foshi thn 671 stiwijaya/ she-li-foshi sudah ada sudah beribukota di kota foshi bukan dikota minangatamwan terletak disungai foshi bukan sungai minangatamwan. tahun 683M itu bukanlah pendirian kerajaan sriwijaya bukan pula pemindahan ibu kota dari kota minangatamwan ke kota foshi/ kota musi/kota jaya. kota foshi tetletak di sungai foshi/ sungai musi. tahun 683M itu adalah kerajaan sriwijaya menaklukan minangatamwan. ingat nama ibukota kerajaan sama dengan nama ujung kerajaan yakni foshi/jaya dan terletak di sungai foshi artinya nama sungai itu sama dengan nama ibu kota kerajaan . jelas sungai batanghari bukanlah sungai foshi kota jambi bukanjah kota foshi. prasasti kedukan bukit adalah prasasti kemenangan ekspansi di palembang sejauh ini sudah ditemukan 30 lebih prasasti sidhayatra sriwijaya jaya artinya ada banyak ekspansi dan kemenangan kerajaan sriwijaya dan jaya sebagsi ibukota. sedangkan di tempat lain satupun tak ada prasasti yang bertuliskan nama sriwijaya apa lagi prasasti sidhayatra. artinya tempat-tempat itu memang bukanlah sriwijaya/shelifoshi. itsing tidak melihat bayangan pada tengah hari dikota foshi.yang pasti antara th 671-672 dan th 685-695. diantara th itu bayangan akan hilang pada tengah hari pada tgl 28 september artinya tepat berada di palembang. dan jika th 690 yang di jadikan dasar itsing tidak melihat bayangan artinya setelah itsing tinggal lama di sri-wi-jaya/she-li-foshi.itsing mengatakan pertengahan bulan 8 tahun cina dia tidak menyebut tengah tengah bulan/ angka persis tgl 14/ 15 melainkan hanya menyebut pertengahan artinya kisaran pertengahan bulan, bisa saja tgl 13, 14,15,16,17. lima hari itu termasuk pertengahan bulanjika itsing tidak melihat bayangan itu pada tgl 17 bulan cina maka itu persis tgl 28 september artinya dipalembang yg tidak ditemukan bayangan pada tengah hari. jangankan palembang pulau jawa yang jauh dari katulistiwa juga tidak tampak bayangan pada tengah hari dikisaran bulan september oktober dan februari dan maret.dan berdasarkan keterangan al biruni yang paham katulistiwa mengatakan sriwijaya terletak di selatan katulis tiwa, melayu yang terletak di katulistiwa (the ekuator bitwin kedah and srivijaya ). jadi berdasarkan astronomis itu palembang / kota musi lah yang disebut itsing sebagai kota foshi bukan kota jambi dan sungai foshi itu adalah sungai musi bukan sungai batang hari. dan negri she-li-foshi itu berbeda dengan negri /kerajaan melayu bukan kerajaan yang sama.

Poskan Komentar

Mohon untuk tidak melakukan tindakan SPAM dan menaruh LINK yang aktif. Berkomentarlah yang baik. Terimakasih untuk komentar anda.

Diberdayakan oleh Blogger.

Sejarah di Nusantara Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger